Rabu, 21 Desember 2011

Acara I komponen peta

ACARA I

KOMPONEN PETA
( SKALA, SIMBOL, LEGENDA, KOMPOSISI, DAN LAYOUT )

I.          Tujuan Praktikum
          Setelah melakukan praktikum ini, di harapkan praktikan mampu :
a.    Memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam membuat komponen peta ( sakala, simbol, legenda, dan layout peta)
b.    Memahami arti dari skala, simbol, legenda, dan mampu membuat layout peta sesuai dengan kaidah kartografis.
II.          Alat dan Bahan
a.    Alat
-     Pensil
-     Pensil warna
-     Mistar
-     Penghapus
b.   Bahan
-     Peta dasar
-     Peta tematik
-     Kertas gambar
-     Kertas grafik
III.          Prosedur Kerja
a.       Amatilah kedua peta ( peta dasar dan peta tematik ) yang tersedia
b.    Analisis dan bandingkanlah komponen – komponen peta yang ada pada kedua peta
c.    Skala :
-     Ukurlah jarak antara dua objek pada peta dasar / peta tematik
-     Dengan menggunakan skala peta,tentukanlah jarak horizontal sesungguhnya ( di permukaan bumi ) kedua objek tersebut.
d.   Membuat dan mengklasifikasikan simbol
-     Lihatlah kembali peta dasar dan peta tematik
-     Dengan kaidah penulisan kartografis, klasifikasikanlah simbol berdasarkan :
Bentuk       : Titik, garis, dan area
Sifat           : Objektif, abstrak, dan huruf
-     Deskripsikanlah informasi dari masing – masing simbol tersebut berdasarkan legenda di peta
-     Buatlah legenda  ( sesuai dengan kaidah kartografis ) dari simbol-simbol yang telah anda ambil.
e.    Buatlah layout dari salah satu peta yang ada, berdasarkan kaidah kartogarfis.
IV.          Kajian Teori
Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta juga merupakan  gambar atau lukisan keseluruhan atau pun sebagian permukaan bumi baik laut maupun darat. Pada awal abad ke 2 (87M -150M), Claudius Ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”. Ilmu yang membahas mengenai peta adalah kartografi. Sedangkan orang ahli membuat peta disebut kartografer.
Macam-Macam atau Jenis-Jenis Peta
1.             Peta Umum, yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Biasanya disebut dengan Peta Topografi atau ada yang menyebutnya Peta Rupabumi, karena peta ini menggambarkan “wajah” muka bumi, baik kenyataan fisik (alami), seperti pegunungan, lembah, sungai-sungai, dan sebagainya, maupun kenampakan kultural misalnya permukiman, jalan, dan sebagainya. Secara sederhana pengertian peta topografi adalah peta yang menggambarkan hampir semua kenampakan-kenampakan alami dan kenampakan kultural (buatan manusia) yang ada di permukaan bumi sejauh skalanya memungkinkan, dan disajikan seteliti mungkin.
Peta umum ada 2 jenis yaitu: peta topografi dan peta\ chorografi :
a.   Peta Topografi
          Peta topografi yaitu peta yang menggambarkan bentuk relief (tinggi rendahnya) permukaan bumi. Dalam peta topografi digunakan garis kontur (countur line) yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai ketinggian sama.
Kelebihan peta topografi:
   Untuk mengetahui ketinggian suatu tempat.
   Untuk memperkirakan tingkat kecuraman atau kemiringan lereng.
Beberapa ketentuan pada peta topografi:
1) Makin rapat jarak kontur yang satu dengan yang lainnya menunjukkan daerah tersebut semakin curam. Sebaliknya semakin jarang jarak antara kontur menunjukkan daerah tersebut semakin landai.
2) Garis kontur yang diberi tanda bergerigi menunjukkan depresi (lubang/cekungan) di puncak, misalnya puncak gunung yang berkawah.
3)  Peta topografi menggunakan skala besar, antara 1 : 50.000 sampai 1 : 100.000.
Berikut ini beberapa contoh peta topografi.
Keterangan gambar 2.1.
A = depresi (lubang) dipuncak
B = daerah curam
C = daerah landai



Gambar 2.1. Garis kontur dengan interval (jarak antara 2 kontur) 40 meter..

b. Peta  Chorografi
          Peta chorografi adalah peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi dengan skala yang lebih kecil antara 1 : 250.000 sampai 1: 1.000.000 atau lebih.  Peta chorografi menggambarkan daerah yang luas, misalnya propinsi, negara, benua bahkan dunia. Dalam peta chorografi digambarkan semua kenampakan yang ada pada suatu wilayah di antaranya pegunungan, gunung, sungai, danau, jalan raya, jalan kereta api, batas wilayah, kota, garis pantai, rawa dan lain-lain. Atlas adalah kumpulan dari peta chorografi yang dibuat dalam berbagai tata warna.
2.             Peta Khusus, yang menggambarkan kenampakan khusus yang ada di permukaan bumi atau kenampakan yang ada kaitannya dengan permukaan bumi. Peta khusus ini dikenal dengan nama Peta Tematik karena menunjukkan hanya tema tertentu, bergantung pada informasi yang ingin disampaikan. Jika informasinya merupakan informasi tanah, maka disebut peta tanah, jika informasinya merupakan informasi iklim, maka disebut peta iklim, dan sebagainya.
3.             Peta Navigasi, yang biasanya disebut dengan istilah khusus, yaitu charts. Peta ini penggunaannya khusus untuk kepentingan navigasi, misalnya navigasi laut dan udara.
Pembagian Peta
1.    PetaLuas
          Peta luas adalah peta yang menggambarkan suatu daerah yang luas seperti peta dunia, peta daerah amerika utara, peta benua, peta samudera, peta kutub utara dan kutub selatan,dsb.
2.    PetaSempit
          Peta sempit adalah peta yang hanya menampilkan sebagian kecil suatu area. Contoh peta sempit yaitu peta desa atau pedesaan, peta kota atau perkotaan, peta gorong-gorong kampung, peta gedung, denah rumah, dan lain sebagainya.


Bentuk Lain Dari Peta
1.    Atlas
          Atlas adalah gabungan dari beberapa peta yang dikumpulkan dalam sebuah buku yang memiliki judul atlas serta jenis-jenis atlas yang ada di buku tersebut.
2. Globe
          Globe atau Bola Dunia adalah suatu bentuk tiruan bola bumi yang dibuat dalam skala yang kecil untuk dapat lebih memahami bentuk asli planet bumi.
Skala peta 
            Peta merupakan kenampakan permukaan bumi yang digambarkan pada bidang datar yang jauh lebih kecil dari kenyataan. Perbandingan antara ukuran /besarnya kemampuan yang digambar dilim peta denga kenampakan aslinya disebut skala peta. Skla peta adalah perbandingan antara jarak yang memisahkan kedua titik dipeta dengan jarak sebenarrnya antar kedua titik sama dipermukaan bumi , atau skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarangan dipeta dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama. Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan.
Dengan singkat dapat disajikan :
Angka perbandingan yang dinyatakan harus menggunakan satuan ukur yang sama, misalnya cm, yard, inci, dan sebagainya. Jarak yang di maksud di peta adalah jarak horinsontal yaitu jarak yang di proyeksikan dari hasil pengukuran lapangan.
            Bila ingin menyajikan data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000. Sebaliknya, apabila ingin di tunjukan hubungan kenampakan secara keseluruhan, digunakan skala kecil 1 : 1.000.000
Contoh:
Skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian dipeta sama dengan 500.000 jarak yang sebenarnya, apabila di pakai satuan cm maka artinya 1 cm dipeta sama dengan 500.000 cm ( 5 km ) jarak sebenarnya dipermukaan bumi.
Pada sebuah peta di wilayah Asia atau peta-peta lain kita akan sering menemui ada 2 macam skala yang sering ditampilkan oleh pembuat, yaitu skala numerik dan skala garis. Mengapa harus ada 2 macam skala yang digambarkan?Hal ini sebenarnya mengacu pada sifat yang berbeda dari kedua skala tersebut jika peta yang ada mengalami perubahan, misalnya diperbesar/diperkecil melalui media Scanning dan Fotokopi.
Perbedaan kedua skala tersebut adalah :
1.        Skala numerik bersifat statis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka nilai skala yang tergambar tidak akan berubah. Sebagai contoh : jika sebuah peta skala numeriknya 1 : 20.000 diperbesar 4 kali dengan menggunakan mesin fotokopi, maka skala yang baru adalah 1 : 5.000  tetapi pada peta tersebut masih tergambar 1 : 20.000
2.        Skala garis bersifat dinamis, jika sebuah peta diperbesar/diperkecil melalui fotokopi maka skala garis akan mengikuti perubahan pada peta tersebut. Sebagai contoh : jika sebuah peta diperbesar dengan fotokopi maka gambar skala garis akan mengikuti perbesaran peta tersebut.
Simbol peta
Peta selalu dilengkapi dengan pemberian simbol-simbol yang merupakan generalisasi dari suatu benda atau bidang sebenarnya. Simbol hendaknya mudah digambar dan dibaca oleh pembaca peta atau users serta usahakan dibuat semenarik mungkin. Untuk lebih membuat simbol dan peta lebih menarik biasanya simbol-simbol tersebut diberi warna atau colouring. Simbol-simbol yang ditempatkan pada sebuah peta dapat dianalisa dan dapat menentukan tema dari peta tersebut.
Penggunaan simbol peta dari waktu ke waktu selalu berkembang mengikuti dan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan tentang perpetaan dan menyesuaikan pula dengan jenis peta sehingga memungkinkan simbol suatu seri peta berbeda dengan simbol seri peta lain. Simbol yang ada dalam sebuah peta hendaknya adalah simbol yang baik dan benar. syarat simbol yang baik secara umum adalah:
1.     Sederhana
2.     Mudah digambar
3.     Mudah dibaca
4.     Mencerminkan data dengan teliti
5.     Berbentuk seragam dalam suatu peta ataupun peta seri
6.     Bersifat umum
Simbol pada dasarnya terbagi menjadi dua, antara lain:
Berdasar atas bentuknya:
  1. Simbol titik
  2. Simbol garis
  3. Simbol luasan
Berdasar atas arti atau sifatnya:
1.    Simbol kualitatif, yaitu simbol yang menyatakan keadaaan sebenarnya apa yang digambarkan dengan bentuk yang lebih sederhana. Simbol ini hanya mewakili unsur yang dimaksud baik berupa titik, garis, maupun luasan.
2.    Simbol kuantitatif, yaitu simbol yang menyatakan keadaaan sebenarnya apa yang digambarkan dengan bentuk yang lebih sederhana dengan disertai dengan nilai atau kuantitasnya. Nilai atau kuantitas tersebut dapat menunjukkan ketinggian, jumlah, luas, dan sebagainya.
Macam – macam simbol berdasarkan fungsinya :
            Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya. Untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka di daratan, di perairan, atau bentuk – bentuk budaya manusia. Berdasarkan fungsinya simbol peta dapat di bedakan menjadi :
§  Simbol daratan, di gunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan. Contoh : gunung, pegunungan, gunung api.
§  Simbol perairan, di gunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan.
§  Simbol budaya di gunakan untuk simbol, bentuk hasil budaya.
Simbol titik sendiri dapat terbagi menjadi tiga, yaitu:
1.    Simbol Geometrik atau Abstrak, Simbol yang digunakan untuk mewakili suatu kenampakan muka bumi dengan bentuk yang abstrak, yang mudah digambar namun agak sulit diketahui maksudnya.
2.    Simbol Piktorial, Simbol yang digunakan untuk mewakili suatu kenampakan muka bumi dengan bentuk yang mirip atau identik dengan bentuk asli kenampakan tersebut.
3.    Simbol Huruf (Letter Symbol), Simbol yang digunakan untuk mewakili suatu kenampakan muka bumi yang khas atau khusus dengan huruf. Penggunaan simbol tersebut disesuaikan pula dengan jenis peta. Simbol ini mempunyai bentuk yang sangat sederhana dan sangat mudah di pahami, namun kebanyakan simbol ini kurang memiliki nilai keindahan ataupun kurang begitu artistik.
Simbol garis merupakan simbol yang digunakan untuk mewakili kenampakan muka bumi yang berupa garis, perhubungan, pemisahan, serta gerakan atau arus. Simbol dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:
1.    Simbol garis deskriptif yaitu simbol garis yang digunakan untuk menyatakan unsur yang sesungguhnya ada, bentuknyapun biasanya mirip dengan sesungguhnya
2.    Simbol garis abstrak yaitu simbol garis yang digunakan untuk menyatakan unsur yang tak tampak, bentuknya menyesuaikan.
Contoh:
- – - – - – - – - -       : batas kecamatan
                                    : rel kereta api
++++++++++         : batas propinsi
——————       : jalan setapak
Begitu pula dengan simbol luas, dibagi menjadi 2, antara lain:
1.    Simbol luas yang deskriptif
2.    Simbol luas yang abstrak
Legenda atau Keterangan
Legenda pada peta menerangkan arti dari symbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda harus di pahami agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. Legenda biasanya dapat diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu legenda tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan
Layout Peta
            Semua informasi yang dilakukan pada peta harus diatur secara tepat diatas lembar peta sehingga dapat menjamin optimal dalam hal mudahnya dibaca dan kelihatan ekonomis. Layout peta berarti menyusun penempatan-penempatan dari pada peta, judul, legenda, skala, sumber, data, penerbit, no sheet, macam-macam proyeksi dan lain-lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam layout peta adalah:
1.    Penulisan judul
          Judul bisa disebelah kiri atau disebelah kanan atas tergantung  komposisi dari peta. Ukuran huruf atau tema. Daerah penelitian dan skala tidak sama. Ukuran hurufnya disesuaikan dengan ukuran besarnya peta. Untuk peta yang terbesar ukuran hurufnya maksimum 1 cm. Dalam judul ini termasuk skala, baik skala nomerik (misalnya, 1:5000) maupun skala grafis. Tuliskan skala lebih kecil dari tema dan daerah penelitian.
2.    Orientasi
          Biasanya diletakkan di tempat yang kosong dan dibuat tegak lurus keatas tepat dibawah judul, tetapi tergantung dari posisi peta maupun ruang yang memungkinkan, sehingga member kesan menarik dan harmonis. Bila telah ada grid-gridnya maka panah utara tidak perlu.
3.    Legenda
          Legenda ini merupakan kunci daripada peta. Jadi harus mengandung keterangan mengenai setiap simbol-simbol yang dipergunakan, baik symbol titik, garis, wilayah, mauun symbol-simbol lain. Disamping itu arti singkatan yang dipakai dalam peta harus dicantumkan pula. Legenda diletakkan didalam garis tepi dari peta dibagian pojok bagian bawah. Legenda symbol-symbol ditulis menurut kolom. Dan legenda symbol wilayah dibuat dalam bentuk empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis. Symbol wilayah ditetapkan dalam ukuran teratas baru kemudian simbol-simbol lain termasuk konvensionil.


4.    Letak lintang dan bujur
          Letak lintang dan bujur ditulis didalam garis tepi, antara garis tepi luas dengan garis tepi dalam penulisan letak lintang dan bujur dilakukan dengan tulisan tangan dan cukup kecil saja samai dengan ruangnya. Tanda-tanda koordinat lintang dan bujur ditambahkan dengan garis-garis pendek memotong peta inset. Peta inset diletakkan dibagian kanan bawah dibawah kanan legenda. Didalam peta insetpun terdapat informasi tepi terutama mengenai skala, nama daerah, letak lintang bujur dan garis tepi.
5.    Pencatatan sumber
          Catatan mengenai sumber / informasi dibuat didalam lingkungan kerangka bingkai dengan menyebutkan nama sumber dan diletakkan dibagian kiri bawah.
6.    Garis tepi / kerangka peta
          Peta harus dibatasi dengan kerangka yang tegas, garisnya jangan terlalu tipis, tebentuk empat persegi panjang yang terdiri dari dua garis.
7.    Penyusun / penggambar peta
          Untuk menunjukkan siapa-siapa yang bertanggung jawab dalam pembuatan peta ditulis nama penyusun / penggambar peta berikut tahun penggambarannya. Penyusun / penggambar peta ditulis disebelah bawah luar bingkai peta.
V.          Hasil dan Pembahasan
a.         Hasil pengamatan
Perbandingan Antara Peta Dasar ( RBI ) dan Peta Tematik
No
Peta Dasar (RBI)
Peta Tematik
1.
Judul peta
Judul peta
2.
Petunjuk letak peta dan diagram lokasi
Petunjuk letak peta dan diagram lokasi
3.
Informasi sistem referensi
Informasi sistem referensi
4.
Informasi pembuat dan penerbit peta
Informasi pembuat dan penerbit peta
5.
Informasi nama dan nomor lembar peta

6.
Legenda
Legenda
7.
Keterangan riwayat peta

8.
Petunjuk pembacaan koordinat geografi
Petunjuk pembacaan koordinat geografi
9.
Petunjuk pembacaan koordinat UTM

10.
Pembagian daerah administrasi

11.

Skala grafis
12.
Singkatan dan kesamaan arti di peta

13.
Diagram arah utara
Diagram arah utara
14.
Nomor lembar peta kiri bawah

Pada peta dasar ( RBI ) Kwandang
-     Jarak daerah mesjid sangobungo dengan jembatan lilomonu berjarak 1,6 Cm di peta
-     Skala peta ( RBI ) kwandang = 1 : 50.000
Dik    :
-     Jarak daerah mesjid sangobungo - jembatan lilomonu     = 1,6 Cm
-     Skala                                                                                 = 1 : 50.000
Dit    : jarak sesungguhnya di lapangan = .....................?
Penyelesaian   :
= 0,8 km
v Simbol peta
Ø Bentuk :
§  Titik       : 
a). Tangki air, bahan bakar
b). Sumber air panas
c). Bangunan
§  Garis      :
 a). Jalan local
 b). Jalan kereta api tunggal
 c). Jalan kereta api rangkap
§  Area       :
 a). Sawah
 b). Kebun
 c). Ladang
Ø Sifat – sifat
§  Objektif             :
a). Tempat ibadah, masjid, gereja, kelenteng, pura
b). Pusat listrik
c). Tempat/bangunan bersejarah
§  Abstrak              :
a). Daerah permukaan
b). Makam Cina
c). Sumber air panas
d). Sumber bahan bakar
§  Huruf                 :
a). primer, sekunder
b). Tersier, kuarter.
¯ Deskripsi simbol
§  Bentuk
Simbol
Titik
Garis
Area
Tangki air, bahan bakar


Bangunan


Jalan kereta api tunggal


Jalan local


Jalan kereta api rangkap


Sawah


Kebun


Ladang/Tegal



§  Sifat
Simbol
Titik
Garis
Area
Tempat ibadah, masjid, geraja, kelenteng, pura


Pusat listrik


Tempat bangunan


Daerah pemukiman


Sumber air panas


Makam cina


Sumber bahan bakar


Primer, sekunder


      P       S
Tersier,kuarter


      T       K

§  Peta tematik paguyaman dengan skala 1: 300.00
Dik :
-     Jarak dua daerah pada sidomukti ke puncak      : 1,1 cm
-     Skala                                                                   : 1: 300.000
Dit : Jarak di lapangan = .............?
= 3,3 km
¯ Simbol pada peta tematik :
-     Bentuk       :
o   Titik         : Pusat Desa
o   Garis        : Jalan, Sungai, Batas kabupaten, kecamatan dan desa.
o   Area         : Tidak ada
-     Sifat           :
o   Objektif   : Tidak ada
o   Abstrak    : Tidak ada
o   Huruf       : Tidak ada
Simbol
Titik
Garis
Area
Jalan


Pusat desa


Sungai dan anak sungai


Batas kabupaten


Batas kecamatan


Batas desa



Layout pada peta tematik



























Muka Peta















Peta sungai Paguyaman
Provinsi Gorontalo
0 Cm                     10 Cm
0 Cm                     10 Km
Skala 1 : 300.000
  = Jalan
= Sungai dan anak sungai

= Batas Kabupaten

= Batas Kecamatan
 

= Batas Desa
Sumber data
-        Peta administrasi kab. Bone bolango
-        Peta kawasan hutan kab. Bone bolango skala 1:75.000
-        Peta RBI di gital Prov. Gorontalo
-        Hasil citra land sal tahun 2005
-        Pengecekan lapangan tahun 2008
Peta petunjuk situasi sebagai pulau sulawesi skala 1: 6.000.000
Balairisti prov. Gorontalo VI kecamatan paguyaman profil sungai prov.gorontalo 2008

b.   Pembahasan
          Pada praktikum acara ke 1 langkah awal yang kami lakukan menyediakan peta RBI yang berskala 1:50.000 kemudian menyediakan alat dan bahan. Langkah-langkah berikutnya Melakukan pengukuran jarak lurus .dengan mengunakan simbol A adalah daerah mesjid sangobungo dan B untuk arah  jembatan lilomonu. kedua titik diukur dengam mistar setelah diketahui jarak ke dua titik tersebut yaitu 1,6 cm setelah diketahui jarak ke dua titik tersebut kemudian dikomplikasikan dengan skala peta yang digunakan untuk mencari jarak. kita menggunakan  rumus skala. jadi jarak titik A dan titik B di peta adalah 1,6 Cm kemudian dikali dengan skala yaitu 50.000, hasilnya adalah 80.000 Cm.kemudian hasil ini disalin ke km, dimana di dapatkan 0,8 Km.       
Mendeskripsikan simbol berdasarkan bentuk :
          Berdasarkan bentuk, simbol diklasifikasikan kedalam tiga bagian, yakni titik, garis dan area. Misalnya jalan di simbolkan dengan bentuk garis karena memang bentuknya seperti garis. Sawah  disimbolkan dengan bentuk area karena sawah mencakup beberapa meter luasan. Begitu dengan simbol titik.
1.    Hutan di beri simbol area yang berbentuk kotak dan berwarna hijau.  Hal ini disebabkan karena untuk menyesuaikan dengan kenyataan yang ada di permukaan bumi.
2.    Tegal / ladang  diberi simbol area yang berbentuk kotak dan berwarna putih dan coklat.
3.    Bangunan diberi simbol titik yang bentuknya berupa titik kecil yang berwarna hitam dan tangkai air, bahan bakar titik besar berwarna biru.
4.    Sungai di beri simbol garis yang bentuknya mirip ranting pohon yang bercabang-cabang dan berwarna biru. Tipis pada ujung yang satu dan tebal serta lebar pada ujung yang satunya lagi. Ujung yang tipis menunjukan bagian hulu sungai, sedangkan ujung yang tebal menunjukan bagian hilir. Hal itu disebabkan karena sungai mempunyai pola aliran yang berbeda-beda. Pola aliran sungai yang ada dipermukaan bumi sangat dipengaruhi morfologi tempat sungai mengalir dan struktur geologinya.
5.    Jalan diberi symbol garis yang berbentuk berupa garis lurus dan berwarna hitam. Ketebalan garis tersebut berbeda-beda , biasanya disesuaikan dengan tingkat kewenangan atas jalan tersebut. Misalnya jalan Negara lebih tebal dari pada jalan provinsi dan jalan provinsi lebih tebal dari pada jalan kabupaten.
6.    Kebun diberi simbol area yang berbentuk kotak dan berwarna hijau muda.
7.    Bahan bakar diberi symbol titik yang bentuknya berupa titik besar dan berwarna hitam.
Medeskripsikan simbol berdasarkan sifat
          Berdasarkan sifatnya, symbol terbagi atas : objektif, abstrak dan huruf. Dimana objektif merupakan nyata atau bentuk yang ada pada peta sama dengan bentuk pada lapangan. Sedangkan yang bersifat huruf yaitu objek yang ada di lapangan, hanya disimbolkan atau ditandai dengan huruf sebagai tanda pengenal.
1)   Mesjid, gereja, pura diberi simbol objektif yang bentuknya sama seperti mesjid, sebab mesjid sama dengan tanda bentuk yang ada pada objek sebenarnya, karena itulah mesjid diberi simbol objektif.
2)   Pemukiman diberi simbol yang bersifat abstrak yang hanya diberi tanda kotak dan berwarna orange muda, symbol ini tidak sama dengan kenyataan yang ada dilapangan.
3)   Bangunan bersejarah diberi simbol objektif dan bentuknya seperti menara dan berwarna hitam. Bentuknya seperti bentuk pada objek sebenarnya.
4)   Pusat listrik diberi simbol objektif yang berbentuk kotak dan diatasnya terdapat sebuah garis yang bergelombang.
5)   Batu dan bukit diberi simbol abstrak karena bentuk gambar batu dan bukit tidak sama dengan bentuk aslinya dilapangan.
6)   Hutan lindung diberi simbol yang bersifat huruf, dengan huruf HT.
Membuat contoh layout berdasarkan kaidah kartografis
          Layout peta berarti menyusun penempatan-penempatan dari pada peta, judul, legenda, skala, sumber, data, penerbit, no sheet, macam-macam proyeksi dan lain-lain contoh membuat layout peta yaitu : gambar peta berada pada tengah-tengah peta. Skala peta berada pada bagian kanan atas. Judul peta berada pada bagian bawah dari skala peta. Kemudian disusul oleh tahun pembuatan, petujuk letak peta, diagram lokasi, proyeksi, dan penerbit. Sedangkan legenda di bawah dari penerbit kemudian di bawahnya legenda terdapat keterangan riwayat, petunjuk pembacaan koodinat geografi, dan petunjuk pembacaan koodinat UTM. Sedangkan pembagian daerah administrasi, keterangan batas administrasi, skala numeric dan orientasi peta terdapat pada bagian bawah dari gambar peta. 
VI.          Kesimpulan
Setelah kami melakukan praktikum maka kami dapat menarik kesimpulan  bahwa
1.        Peta RBI adalah peta yang menggambarkan kenampakan alamiah (natural freatures) dan kenampakan buatan manusia (man made freatures). kenampakan ini yang dimaksud adalah sungai, bukit, lembah, danau dan lain-lain sedangkan kenampakan buatan adalah jalan kampung, pemukiman, kantor, pasar, dan lain-lain.
2.        Fungsi dari peta dasar yaitu peta yang dipakai sebagai peta referensi atau acuan dan dasar dalam pembuatan peta tematik.
3.        Simbol pada peta sangat berfungsi agar para pembaca  tidak kebigungan  dalam  membaca peta.

4.        Tidaklah mudah dalam pembuatan sebuah peta hingga menghasilkan peta yang baik dan benar. Tahapaan dalam membuat peta secara umum adalah:
a.         Perencanaan
b.         Pencarian dan pengumpulan data
c.         Pengolahan data
d.        Penggambaran atau penyajian
e.         Penggunaan peta















DAFTAR PUSTAKA
Anonim://Ipankreview.Wordpress.com/tag/simbol-peta/Di akses hari Kamis tanggal 1 tahun 2011
Sune, Nawir. 2010. Modul Praktikum Kartografi. Gorontalo. UNG
Departemen pendidikan nasional.2005. Ilmu Pengetahuan Sosial-Geografi. Jakarta :          Direktorat jendral pendidikan menengah.

Sune, Nawir dkk. 2009. Modul praktikum Kartografi : Prodi Geografi jurusan fisika.         Universitas Negeri Gorontalo.
Sune, Nawir. 2011. Modul Praktikum Kartografi. Gorontalo. UNG










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar