Sabtu, 18 Februari 2012

isi makalah penjaskes


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Stres dapat memicu berbagai macam keadaan salah satunya adalah dapat terjadi keletihan, hal ini akan membawa pengaruh pada fisik  dan mental seseorang, dan  jika  keletihan  ini  melanjut  dapat  menyebabkan  kebugaran  seseorang  menurun. Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga yang harus dijaga agar kita dapat terus bertahan hidup di dunia ini. Kesehatan sangatlah penting, karena kesehatan itu tidak dapat dibeli dengan uang. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kesehatan. Salah satu cara menjaga kesehatan ialah dengan berolahraga secara teratur. Selain olahraga, pola hidup juga dapat mempengaruhi kesehatan.
Olahraga merupakan kegiatan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga jantung cukup terbebani. Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Kita dapat memilihnya sesuai selera atau kebutuhan kita. karena setiap jenis olahraga mempunyai manfaat yang berbeda-beda bagi kesehatan. Kita tidak harus selalu melakukan kegiatan yang berat, Cukup hanya dengan aktif beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari, itu sudah cukup untuk menjaga kesehatan.
Walaupun olahraga itu penting, tetapi masih banyak orang yang belum menyadarinya. Banyak penyakit yang bersumber dari pola hidup yang salah, seperti kurang bergerak dan berolahraga, serta kurang istirahat dan lupa makan. Orang-orang beralasan, mereka terlalu sibuk untuk berolahraga. Padahal olahraga sangat dibutuhkan. Olahraga juga dapat menghilangkan stres. Yoga misalnya, olahraga ini dapat menimbulkan ketenangan batin. Karena itulah, dalam makalah ini akan dituliskan betapa pentingnya berolahraga, agar masyarakat sadar dan merubah pola hidupnya.

Secara alamiah tubuh mempunyai sistem kekebalan kemampuan untuk menolak atau membunuh unsur-unsur yang merugikan dan kemampuan untuk meregenerasi sel. Salah satu teknologi alternatif untuk mencegah timbulnya penyakit dan membiasakan hidup sehat adalah dengan melakukan olahraga pernapasan. Menarik napas dalam-dalam, seperti yang lazim dilakukan pada olahraga pernapasan, sebenarnya merupakan suatu sarana yang membantu tubuh untuk mengubah udara yang dihirup menjadi energi. Aliran udara berenergi ini mampu menghasilkan tenaga dalam yang akan disebarkan ke seluruh bagian tubuh.
Sistem pernapasan terdiri dari hidung, paring, batang tenggorokan, bronchioles dan alveoli. Saluran dari hidung sampai bronchioles (tenggorokan) disebut saluran udara. Pertukaran udara terjadi di alveoli. Alveoli merupakan saluran membran tipis tempat menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Atas dasar tersebut, fungsi sistem pernapaan tergantung pada kondisi saluran udara dan alveoli paru-paru.
1.2.       Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan olahraga?
2.      Bagaimana Pengaruh olahraga terhadap pernapasan?
3.      Bagaimana Manfaat pernapasan bagi kesehatan?
1.3.       Tujuan Penulisan
1.        Dapat mengetahui pengertian olahraga
2.        Dapat mengetahui pengertian pernapasan dalam olahraga
3.        Dapat mengetahui manfaat pernapasan bagi kesehatan tubuh
1.4.       Manfaat
Dengan olah raga kita memiliki manfaat diantaranya: kita bisa lebih bugar dan menjadi sehat, terjauh dari penyakit yang datang mendekat, lebih meningkatkan derajat fisik beserta mental kita.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       Pengertian OlahRaga
          Secara alamiah tubuh mempunyai sistem kekebalan kemampuan untuk menolak atau membunuh unsur-unsur yang merugikan dan kemampuan untuk meregenerasi sel. Salah satu teknologi alternatif untuk mencegah timbulnya penyakit dan membiasakan hidup sehat adalah dengan melakukan olahraga pernapasan. Menarik napas dalam-dalam, seperti yang lazim dilakukan pada olahraga pernapasan, sebenarnya merupakan suatu sarana yang membantu tubuh untuk mengubah udara yang dihirup menjadi energi. Aliran udara berenergi ini mampu menghasilkan tenaga dalam yang akan disebarkan ke seluruh bagian tubuh.
          Olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.
          Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Seperti halnya makan, Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik; artinya Olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, rohani dan sosial. Struktur anatomis-anthropometris dan fungsi fisiologisnya, stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul pada siswa-siswa yang aktif mengikuti kegiatan Penjas-Or dari pada siswa-siswa yang tidak aktif mengikuti Penjas-Or (Renstrom & Roux 1988, dalam A.S.Watson : Children in Sport dalam Bloomfield,J, Fricker P.A. and Fitch,K.D., 1992).
          Olahraga merupakan kegiatan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga jantung cukup terbebani. Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Kita dapat memilihnya sesuai selera atau kebutuhan kita. karena setiap jenis olahraga mempunyai manfaat yang berbeda-beda bagi kesehatan. Kita tidak harus selalu melakukan kegiatan yang berat, Cukup hanya dengan aktif beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari, itu sudah cukup untuk menjaga kesehatan.
          Walaupun olahraga itu penting, tetapi masih banyak orang yang belum menyadarinya. Banyak penyakit yang bersumber dari pola hidup yang salah, seperti kurang bergerak dan berolahraga, serta kurang istirahat dan lupa makan. Orang-orang beralasan, mereka terlalu sibuk untuk berolahraga. Padahal olahraga sangat dibutuhkan. Olahraga juga dapat menghilangkan stres. Yoga misalnya, olahraga ini dapat menimbulkan ketenangan batin. Karena itulah, dalam makalah ini akan dituliskan betapa pentingnya berolahraga, agar masyarakat sadar dan merubah pola hidupnya.
2.2.       Pengaruh Olahraga Terhadap Pernapasan
          Sistem pernapasan terdiri dari higung, paring, batang tenggorokan, bronchioles dan alveoli. Saluran dari higung sampai bronchioles (tenggorokan) disebut saluran uara. Pertukaran udara terjadi di alveoli. Alveoli merupakan saluran membran tipis tempat menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Atas dasar tersebut, fungsi sistem pernapaan tergantung pada kondisi saluran udara dan alveoli paru-paru.
          Menarik napas dalam-dalam, seperti yang lazim dilakukan pada olahraga pernapasan, sebenarnya merupakan suatu sarana yang membantu tubuh untuk mengubah udara yang dihirup menjadi energi. Aliran udara berenergi ini mampu menghasilkan tenaga dalam yang akan disebarkan ke seluruh bagian tubuh. Efeknya bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan ketegangan otot di seluruh tubuh, menyegarkan kembali pikiran yang lelah, atau meringankan rasa sakit di bagian-bagian tubuh tertentu.
          Pernapasan dalam tidak hanya membantu menghindari kecemasan. Para ahli mengklaim pernapasan dalam dapat memberikan manfaat kesehatan lainnya. Jika pola pernapasan tidak benar akan menghasilkan ketegangan, kelelahan, dan ketegangan vokal.
          Bila Anda bernapas melalui dada Anda (juga dikenal sebagai pernapasan dangkal), udara yang masuk hanya volume kecil , yaitu Anda tidak mengambil oksigen yang cukup atau mengusir karbondioksida yang cukup. Akibatnya, racun dibangun dalam tubuh Anda dan Anda mulai kehilangan jumlah oksigen. Bernapas dalam dapat memiliki pengaruh kuat pada kesehatan Anda. Dengan latihan yang tepat, pernapasan dalam dapat menjadi cara standar untuk pernapasan dan meningkatkan umur Anda.
          Beberapa penyakit saluran pernapasan umumnya disebabkan oleh peradangan. Peradangan tersebut menyebabkan terbentuknya selaput lendir (membran) pada batang tenggorokan dan tenggorokan membengkak, mempertinggi udara yang keluar dan lapisan lunak pada otot batang tenggorokan menciut. Akibatnya saluran udara menyempit, volume udara yang dihirup berkurang, lalu lintas oksigen yang masxuk dan karbondioksida yang keluar terganggu. Selain itu dahak yang merupakan campuran lendir dan cairan peradangan merangsang syaraf menutup dinding saluran udara serta merangsang munculnya batuk.
          Kelainan bawaan pada tenggorokan menyebabkan bronchiectasis yang pada akhirnya mengganggu ventilasi pernapasan yang seharusnya bekerja normal dan bronchitis bisa memperburuk gangguan tersebut. Orang-orang yang menderita gejala ini mudah terkena radang dan bisa memperburuk penyempitan pertukaran udara yang berangsur-angsur semakin lemah.
          Pembengkakan alveoli yang disebabkan peradangan mengurangi fungsi pertukaran udara sehingga penderita mengalami anoxia, cyanosis, kesulitan bernapas, jantung berdebar dan lain-lain. Anoxia menjalar dari sistem pernapasan ke sistem cardiovascular, bahkan ke otak dan sistem syaraf. Selain itu, terdapat lapisan tipis di saluran tenggorokan sampai propel mucus dan unsur-unsur asing. Namun jika terjadi bronchitis, bronchiectasis dan lain-lain, fungsi cilia semakin lemah. Gangguan pada fungsi tersebut membuat peradangan sulit dikontrol.
          Banyak orang yang menderita asma baik bawaan maupun bukan, disebabkan oleh penyempitan tenggorokan. Terjadinya proses tersebut sama dengan gejala pada gangguan sistem pernapasan biasa lainnya. Untuk melegakan saluran pernapasan, orang-orang Cina biasanya menggunakan obat tradisional yang mengandung bahan expectorant dan anti radang sehingga gumpalan dahak mudah menjadi ludah dan peradangan mudah pula disembuhkan. Namun karena faktor-faktor etiologi, hal tersebut sangat sulit dicapai.
          Setelah berolah raga aerobik, biasanya syaraf-syaraf vegetatif di bagian dalam tubuh mengendur dan tercipta keseimbangan kembali. Setelah itu dahak akan mudah diludahkan dan peradangan bisa dikontrol kembali. Saluran pernapasan yang lega dan sehat dapat dipertahankan. Orang yang sering menderita demam, bronchitis, asma dan bronchiectatis dianjurkan melakukan olah raga aerobik secara teratur karena akan sangat membantu menormalkan fungsi sistem pernapasan.
2.3.       Manfaat Pernapasan Bagi Kesehatan
Adapun Manfaat dari olahraga nafas adalah sebagai berikut :
  1. Media pencegah penyakit
Dengan peningkatan energi yang diperoleh dari hasil olahraga napas maka proses regenerasi sel-sel yang rusak ataupun menghidupkan sel-sel yang masih tidur bisa ditingkatkan. Begitupun sistem kekebalan tubuh akan meningkat drastis. Hasilnya akan sangat sulit bagi tubuh kita untuk terkena penyakit.



  1. Mengobati penyakit dalam tubuh
Energi yang besar hasil olahraga napas secara otomatis meningkatkan kemampuan sistem tubuh, membunuh virus atau bakteri yang merusak sekaligus meregenerasi kerusakan yang timbul.
  1. Meningkatkan derajat kesehatan fisik dan mental
Bila kita perhatikan diri kita atau orang lain di sekeliling kita, ada satu fenomena menarik yang berhubungan dengan ritme pernapasan. Orang dalam keadaan marah, mengamuk, stres, ketakutan, sikap tak sabaran dan sikap mental negatif lainnya, ternyata menunjukkan ritme pernapasan yang tidak teratur, kacau-balau, tersengal-sengal. Begitu halnya olahraga napas bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan ketegangan otot di seluruh tubuh, menyegarkan kembali pikiran yang lelah.

Sedangkang  Manfaat Pernapasan Dalam:
1.      Meredakan Stres: kegiatan harian dan jalinan asmara dapat meningkatkan stres. Artinya pernapasan Anda semakin cepat dan tekanan darah menjadi tinggi yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Bernapas dalam adalah salah satu cara terbaik untuk menurunkan stres dalam tubuh karena berfokus dan membersihkan pikiran Anda. Ketika Anda bernafas dalam-dalam, ia akan mengirimkan sinyal ke otak Anda untuk tenang dan rileks. Otak kemudian mengirimkan sinyal ini untuk tubuh Anda, sehingga Anda merasa santai.
2.      Mengurangi Kecemasan: Kecemasan dapat membahayakan kesehatan dan dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan dan penyakit. Berlatih pernapasan dalam membantu membersihkan setiap penyumbatan dalam pikiran Anda dan memberikan Anda kehidupan yang terfokus, dan dengan demikian melepaskan dan meringankan dari kecemasan.
3.      Meningkatkan Sirkulasi Darah: Melakukan pernapasan dalams secara teratur dan meningkatkan pengiriman oksigen ke organ tubuh. Coba pernapasan dalam melalui perut Anda untuk meningkatkan pasokan oksigen ke organ-organ tubuh dan akan membantu mengembangkan keseluruhan sistem.
4.      Membantu Detoksifikasi: Mengikuti proses pernapasan secara teratur membantu dalam detoksifikasi organ tubuh. Bernapas dalam membantu membuang akumulasi racun dari tubuh Anda.
5.      Meningkatkan Kesejahteraan: Bernapas dalam merilis endorphines (bahan kimia tubuh untuk merasa-baik yang membunuh rasa sakit alami) ke dalam sistem. Hal ini juga melemaskan otot-otot, penyebab utama dari sakit leher, punggung dan nyeri perut. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa pernapasan dalam juga dapat bermanfaat bagi penderita asma.
6.      Menurunkan Tekanan Darah: Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal, The Lancet, pasien jantung dengan 12 sampai 14 napas dangkal per menit (enam napas per menit dianggap optimal) lebih cenderung memiliki kadar rendah oksigen darah, yang dapat mengganggu otot rangka dan fungsi metabolisme, dan menyebabkan atrofi otot (penurunan massa otot) dan intoleransi latihan. rutin latihan pernapasan telah terbukti untuk mengurangi tekanan darah.
7.      Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Mental: Bernapas dalam meningkatkan kadar oksigen darah, meningkatkan kesehatan dalam banyak cara, memperlambat denyut jantung Anda, meningkatkan sirkulasi, menurunkan tekanan darah Anda, dan membantu dalam pencernaan. Hal ini pada akhirnya membantu dalam meningkatkan kinerja mental dan energi.
8.      Relaksasi usus: penelitian telah menunjukkan bahwa pernapasan dalam menenangkan perut dan membantu dalam gerakan perut yang tepat. Jika Anda mengalami masalah dengan buang air besar kemudian mencoba mengambil napas dalam-dalam saat Anda berada di tempat duduk toilet Anda.
9.      Meredakan Gelisah: Gelisah adalah perasaan yang umum dialami oleh setiap orang. Kadang kegelisahan bagi sebagian besar orang mungkin merasa sangat sulit bahkan berbicara. Dalam kesempatan tersebut, napas dalam-dalam dapat diambil untuk mengatasi rasa takut tersebut. Hanya menutup mata Anda dan napas dalam selama satu atau dua. Fokus pada pernapasan Anda, pada darah dan darah mengalir melalui pembuluh darah Anda.


















BAB III
PENUTUP

3.1.       Kesimpulan
Jadi kesimpulannya bahwa olahraga merupakan proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia, sedangkan pernapasan merupakan suatu proses mulai dari pengambilan oksigen,  pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh, yang mana salah satu bentuk upaya kita mengenal lebih dalam salah satu proses penting dalam tubuh.
Jadi peran olahraga terhadap pernapasan sangat penting bagi tubuh dan kesehatannya agar tubuh tetap sehat dalam keadaan normal.
3.2.       Saran
Saran yang dapat saya berikan yaitu agar teori atau pemahaman akan Pengaruh olahraga terhadap pernapasan sangat berperan penting bagi kesehatan tubuh.  Khususnya bermanfaat dalam perkuliahan Penjaskes.







Daftar Pustaka
FOX, . 1988. The Physiological Bhasis of Physical Education and Atheletics. New York : W.B Saunders Company.
Nawawi,Umar, . 2007. Diktat Fisiologi Olahraga. Padang. Universitas Negeri Padang
Sahara, Sayuti; 2003. Konsep Rangkuman dan Penjelasan : The Physiological Bhasis of Physical Education and Atheletics, Padang. Pasca Sarjana UNP
http://www.anneahira.com/manfaat-olahraga-renang.htm

Senin, 16 Januari 2012

praktikum acara VII


ACARA VII
PENGUKUR JARAK DAN LUAS

I.         Tujuan Praktikum
       Setelah melakukan praktikum acara ini, di harapkan praktikan mampu :
a.         Mahasiswa dapat mengukur jarak sesungguhnya dari 2 objek yang ada di peta
b.         Mahasiswa dapat menghitung nilai luas dari suatu area di peta.
II.      Alat dan Bahan
a.         Alat
-          Alat tulis menulis (pulpen, mistar)
-          Spidol warna (Snowman ukuran F atau M)
b.         Bahan
-          Peta RBI / Tematik
-          Kertas Grafik
-          Kertas gambar
-          Kertas kalkir
-          Benang
III.   Prosedur Kerja
Pengukuran Jarak
a.         Siapkanlah peta RBI dan atau peta tematik
b.         Tentukanlah 2 titik yang akan diukur jaraknya dan ukurlah dengan menggunakan penggaris bernilai (mistar)
c.         Gambarkan 2 titik tersebut pada kertas gambar
d.        Hitunglah jarak sesungguhnya di lapangan dengan menggunakan skala peta
e.         Untuk mengukur jarak 2 titik yang tidak beraturan, gunakanlah benang dengan mengikuti pola garis yang akan diukur. Setelah itu, panjang benang tersebut diukur dengan mistar dan dikompilasi dengan skala peta.
Pengukuran Luasan
a.         Tentukanlah daerah yang akan diukur luasannya.
b.         Gambarlah daerah tersebut pada kertas kalkir. Dan pindahkanlah ke kertas grafik
c.         Berilah bingkai pada gambar tersebut seperti membuat grid berukuran 1×1
d.        Hitunglah jumlah kotak yang terpenuhi daerah tersebut
e.         Hitunglah luas daerah tersebut dengan mengalikan jumlah kotak penuh dengan luas kotak. Selanjutnya dikompilasikan dengan skala peta.
IV.   Kajian Teori
Jarak dapat diperhitungkan dari segi fisik dan dapat dipandang dari segi fungsional. Jarak dari segi fisik atau absolut diukur dengan satuan meter atau satuan meter yang lain. Sedangkan jarak fungsional atau jarak relatif diukur berdasarkan pertimbangan berbagai cara melakukan perjalanan yang berkaitan dengan tingkat kesulitan, waktu, dan biaya. Untuk menghitung jarak lurus (horizontal) dari suatu tempat ketempat lain caranya adalah dengan mengalikan jarak dipeta dengan angka penyebut skala peta.
       Jarak adalah panjang terpendek yang menyambungkan 2 buah titik.
Jarak dibagi menjadi 2,yaitu :
a. Jarak Datar
b. Jarak Miring
Penentuan jarak fisik di lapangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan koordinat UTM, karena angka – angka pada koordinat UTM sudah merupakan koordinat UTM.
       Jarak suatu titik di lapangan = jarak di peta (cm) x penyebut skala peta
Dari rumus di atas dapat maka dapat kita cari rumus untuk mencari jarak pada   peta dan rumus mencari jarak sebenarnya.
Penentuan jarak horizontal  diukur dipeta akan sedikit rumit apabila jarak yang akan diukur berkelok-kelok (misalnya : sungai, dan jalan). Untuk perhitungan semacam ini dapat dilakukan dengan alat yang disebut curimeter. Caranya adalah alat tersebut distel jarumnya pada angka nol dan diletakkan pada awal titik jarak yang diukur, kemudian dijalankan mengikuti liku-liku sungai atau jalan dimaksud di peta sehingga pada titik akhir pengukuran, kemudian dikalikan dengan hasilnya adalah jarak fisik di lapangan.
Peta mencerminkan berbagai tipe informasi dari unsur muka bumi maupun segala sesuatu yang ada kaitannya dengan muka bumi. Nsur geografis pada peta dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu :
-      Unsur posisional yaitu unsure-unsur yang tidak memiliki dimensi luasan. Misalnya titik ketinggian, sumur pengeboran, pusat pelayanan.
-      Unsur linear yaitu unsur yang mempunyai luasan pada satu sisi atau dimensi satu. Misalnya jalan, sungai, dan garis pantai.
-      Unsur luasan yaitu unsur yang mempunyai luasan atau unsure dimensi misalnya waduk, danau, dan kecamatan.
   Menghitung luas dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung daerah yang diukur. Luas wilayah dapat diukur dengan berbagai cara antara lain :
-      Dengan pembuatan kisi atau kotak (square method)
-      Dengan pembuatan garis potong (stripped method)
-      Dengan menggunakan cara segitiga (triangle method)
-      Dengan alat pengukur luas (planimeter).
Pengertian grid
Graticule adalah seperangkat garis ataupun tanda lainnya yang menunjukkan posisi lintang dan bujur. Grid adalah seperangkat garis ataupun tanda lainnya yang menunjukan tanda linear dalam satuan meter. Sebagi catatan graticule hanya dapat di buat apabila sistem proyeksi dan spasialnya adalah geography.
Memperbesar grid
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
-        Buat grid pada peta yang akan di perbesar
-        Memuat grid yang lebih besar pad kertas yang akan di gunakan untuk menggambar peta baru, pembesarnnya sesui dengan rencana pembesarnnya.
Memperkecil Grid
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :
-        Buat grid pada eta yang akan di perkecil
-        Membuat grid yang lebih kecil pada kertas yang akan digunakan untuk menggambar peta baru, perkecilannya sesui dengan rencana perkecilan.
Pengukuran Jarak dan Luas
Jarak dapat di perhitungkan dari segi fisik dan dapat dipandang dari segi fungsional. Jarak dari segi fisik atau absolute diukur dengan satuan meter atau satuan yang lain. Peta merupakan kenampakan  bumi yang digambarkan pada bidang datar yang jauh kecil dari kenyataan. Perbandingan antara ukuran/besarnya kenampakan yang digambar dalam peta dan dengan kenampakan aslinya disebut skala peta. Skala peta adalah perbandingan antara jarak yang memisahkan kedua titik dipeta dengan jarak sebenarnya antara kedua titik yang sama dipermukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama.
Peta rupa bumi secara umum adalah peta yang menggambarkan kenampakan alamiah dan kenampakan buatan manusia, kenampakan alamiah yang dimaksud  misalnya sungai, bukit, lembah, laut, danau, dan lain-lain. Sedangkan buatan manusia misalnya jalan, kampung, pemukiman, kantor, pasar, dan lain-lain.

V.      Hasil dan Pembahasan
a.       Hasil
-               Menghitung nilai jarak tak beraturan
Di ketahui                :
Objek                       : Sungai Lowulowu
Panjang Sungai        : 9,7 Cm
Skala                        : 1 : 50.000
Di tanya          : Jarak Sebenarnya...............?
Penyelesaian   :
 
 = 485.000 Cm
 = 4,85 km
-               Menghitung Luasan
Bukit Posono






1
0,5


8
2


    6
3
0,5


     7
4
5







                       
                       



                        Di ketahui       :
Objek              : Luasan Bukit Posono
Jumlah Kotak : 9
Skala               : 1 : 50.000
Di tanya          : Luas wilayah ..........?
Penyelesaian   :
                                    = 9 × 1 × ( 50.000 ) 2
= 9 × 2.500.000.000
= 2,25 × 10 10 Cm2 = 22.500.000.000 Cm2
= 2,25 km2

b.           Pembahasan
Pada praktikum kartografi acara ke-7 ini menggunakan peta wilayah Atinggola dengan skala 1 : 50.000 , kita melakukan pengukuran jarak dan pengukuran luas dipeta dan kemudian membandingkan dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Adapun pelaksanaan praktikum ini dipisahkan antara pengukuran jarak dan pengukuran luas, dan pada masing – masing pengukuran menggunakan cara atau langkah – langkah yang berbeda – beda.  Namun sebelum kita membahas lebih jauh tentang bagaimana pelaksanaan praktikum acara 7 ini, kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pengukuran jarak dan pengukuran luas. “ pengukuran jarak adalah cara atau metode pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui jarak yang digambarkan secara langsung pada peta ”. Sedangkan, “ pengukuran luas adalah cara atau metode pengukuran yang dilakukan untuk mengetahui luasan suatu daerah yang digambarkan di peta”.      
Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum, kemudian kita menyiapkan peta RBI dengan skala tertentu.
1.         Menghitung Nilai tak Beraturan
Dalam menghitung nilai tak beraturan pada jarak, dalam hal ini kita melakukan pengukuran jarak sungai pada peta. Dimana yang ditentukan yaitu sungai Lowulowu . Pada pengukuran ini, kita akan mengalami kesulitan jika kita langsung menggunakan penggaris / mistar. Hal ini disebabkan karena alur sungai yang berkelok – kelok, sehingga untuk mengukur panjang sungai yang berkelok – kelok tersebut kita menggunakan benang. Cara pengukuran dengan benang yaitu dengan mengambil seutas benang dan mengukur panjang sungai Lowulowu dengan mengikuti alur sungainya, kemudian benang tersebut diberi tanda, dan diukur dengan menggunakan penggaris atau mistar.
Untuk pengukuran panjangnya dengan menggunakan benang kami mendapatkan hasil bahwa panjang Lowulowu yaitu 9,7 cm. Sehingga  untuk menghitung panjang sungai Lowulowu, jarak yang sebenarnya di lapangan yaitu dengan menggunakan rumus :
Jarak sebenarnya = jarak di peta x skala peta
Sehingga,
Jarak sebenarnya    = 9,7 cm x 50.000
                                                  = 485.000 Cm.
                                                  = 4,85 Km.
Karena, di permukaan bumi ukuran satuan yang sering digunakan untuk pengukuran jarak adalah km, maka jarak dalam cm tersebut harus kita ubah ke dalam satuan km, yaitu dengan cara membaginya. Pembagi yang kita gunakan adalah 100.000, sehingga jarak sesungguhnya di permukaan bumi adalah 4,85 Km.

2.         Pengukuran Luasan                      
Dalam pengukuran luas suatu wilayah, dapat menggunakan beberapa metode, yaitu :
-                Dengan pembuatan kisi atau kotak
-                Dengan pembuatan garis potong
-                Dengan menggunakan cara segitiga
-                Dengan alat pengukur luas
Namun pada praktikum acara ke-7 ini, kita hanya akan menggunakan metode atau cara dengan pembuatan kisi atau kotak. Kita menggunakan metode ini sebab selain mudah untuk membuat dan menghitung luasnya, dengan pembuatan kotak alat – alat yang digunakan juga sederhana.
Pada pengukuran luas wilayah langkah awal yang dilakukan adalah menentukan tempat atau wilayah yang akan kita hitung luasnya. Setelah kita menemukan daerah atau wilayah tersebut, kemudian kita menciplaknya dengan menggunakan kertas kalkir atau kertas transparan. Wilayah yang telah ada di kertas transparan, kemudian kita buatkan kotak – kotaknya dengan ukuran 1 cm x 1 cm. Cara untuk membuat kotak – kotak agar lebih mudah yaitu kertas kalkir kita letakkan di atas kertas grafik, kemudian kita ikuti pembagian kotak – kotak yang ada di kertas grafik.
Setelah pembuatan kotak – kotak selesai, kemudian kita menghitung kotak yang penuh dan kotak yang hanya ½, dengan catatan bahwa jika kotaknya 1 atau lebih dari ½ berarti jumlah kotak tersebut kita hitung 1, sedangkan jika ukuran kotaknya kurang dari ½ maka kotak tersebut kita abaikan. Untuk menghitung luas wilayah kita menggunakan rumus :
Luas wilayah = jumlah kotak × Luas  grid  × Skala2
Jumlah kotak yang kita dapatkan pada hasil pengamatan  adalah 9, kemudian luas gridnya adalah 1 x 1 cm dan skalanya adalah 50.0002  ( sesuai rumus ). Selanjutnya untuk mendapatkan hasilnya yaitu terlebih dahulu kita mengalikan jumlah kotak dengan skala peta dengan menggunakan satuan cm2, ukuran gridnya 1 x 1 maka hasil kalinya tetap. Setelah itu jumlah kotak dikalikan dengan skala yang telah dipangkatkan maka hasil yang telah didapatkan pada peta yaitu  22.500.000.000 cm2. Dan untuk hasil dilapangan atau luas sebenarnya adalah 2,25 km2.
Sesuai dengan persamaan atau rumus yang kita gunakan di atas. Sehingga luas wilayah  =  jumlah kotak dikali dengan luas grid dan dikali skala yaitu 2,25 km2.
VI.   Kesimpulan dan Saran
a.         Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas maka dapat disimpulakan bahwa : Untuk menghitung nilai tak beraturan dapat menggunakan rumus : Jarak sebenarnya = jarak di peta x skala peta, dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam melakukan pengukuran pada daerah atau sungai yang berkelok kelok, yaitu terlebih dahulu menggunakan benang atau tali. Setelah itu dapat diukur dengan menggunakan mistar pada benang yang sudah diberi tanda. Selanjutnya dalam pengukuran  luasan pada suatu daerah ada beberapa metode yang dapat dilakukan tetapi dengan menggunakan metode atau cara dengan pembuatan kisi atau kotak ini, selain memudahkan kita untuk membuat dan menghitung luasannya, dengan pembuatan kotak alat – alat yang digunakan juga sederhana. Dan menghitung luasan dapat menggunakan rumus : Luas wilayah = jumlah kotak × luas grid x skala2  .
b.         Saran
Dalam melakukan praktikum diharapkan kepada praktikan agar mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan agar nantinya kita tidak kebingungan dalam melakukan praktikum. Selain itu pula, kita akan memperoleh data yang lebih actual seperti apa yang kita harapkan bersama.





Daftar Pustaka
Subagio. 2003. Pengetahuan Peta. Bandung: ITB
Tim Penyusun. 2009. Modul Praktikum Kartografi. Gorontalo: UNG
Yusuf, Daud. 2009. Bahan Ajar Mata Kuliah Kartografi. Gorontalo : UNG
Bakosurtanal. 2011.http:// go.id/bakosurtanal/peta-tematik.html (diakses Sabtu, 28 Desember 2011)
Widadisoprabu.2010.http://blogspot.com/search/label/gariskontur.html (diakses Sabtu, 28 Desember 2011)
Ormeling, Farjan dan Kraak, Menno-Jan. 2002. Kartografi Visualisasi Data Geospasial Edisi Kedua. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Sune, Nawir dan Yusuf, Daud. 2011. Modul Praktikum Kartografi. UNG Press : Gorontalo.